Kamis, 01 Desember 2011

Dialog Rasul dgn Iblis (Introducing)

Sampaikan lah risalah ini kepada saudara2 kita
agar mereka mengerti dengan benar,
apakah tugas2 dari Iblis/Syaithan,
sehingga kita semua dapat mengetahui
dan dapat mencegahnya dan tidak menuruti
bisikan dan godaan Iblis/Syaithan.
Mudah2an dengan demikian kita dapat setidak2nya
membuat hidup ini lebih nyaman
dan membuat tempat serta lingkungan kita lebih aman.
InsyaAllah.
===============================


: Ketika itu kami sedang bersama Rasulullah SAW
di kediaman seorang sahabat Anshar
tiba–tiba terdengar suara dari luar rumah:
"Wahai penghuni rumah, bolehkah aku masuk?
Sebab kalian akan membutuhkanku. "

Rasulullah bersabda:
"Tahukah kalian siapa yang memanggil?"

Kami menjawab: "Allah dan rasulNya yang lebih  tahu."

Beliau melanjutkan, "Itu Iblis, laknat Allah bersamanya."
Umar bin Khattab berkata:
"izinkan aku membunuhnya, wahai  Rasulullah"
Nabi menahannya: "Sabar wahai Umar,
bukankah  kamu tahu
bahwa Allah memberinya kesempatan hingga hari kiamat?
Lebih baik bukakan pintu untuknya,
sebab dia telah diperintahkan oleh Allah  untuk ini, 
pahamilah apa yang hendak ia katakan
dan dengarkan dengan  baik."

Ibnu Abbas RA berkata:
pintu lalu dibuka, 
ternyata dia seperti seorang kakek
yang cacat satu matanya.
Di janggutnya terdapat 7 helai rambut 
seperti rambut kuda,
taringnya terlihat seperti taring babi,
bibirnya seperti bibir sapi.

Iblis berkata: "Salam untukmu Muhammad, salam untukmu  para hadirin..."

Rasulullah SAW lalu menjawab: Salam hanya milik Allah SWT,
sebagai mahluk terlaknat, apa  keperluanmu?"

Iblis menjawab: "Wahai Muhammad,
aku datang ke sini bukan atas kemauanku,
namun karena terpaksa."

"Siapa yang  memaksamu?".

"Seorang malaikat dari utusan Allah telah mendatangiku 
dan berkata : "Allah SWT memerintahkanmu
untuk mendatangi Muhammad sambil menundukkan  diri.
Beritahu Muhammad tentang caramu dalam menggoda manusia,
jawablah  dengan jujur
semua pertanyaannya.
Demi kebesaran Allah,
andai kau  berdusta satu kali saja,
maka Allah akan jadikan dirimu debu yang ditiup  angin."

Oleh karena itulah aku sekarang mendatangimu.
Tanyalah apa yang hendak kau tanyakan.
Jika aku berdusta, aku akan dicaci oleh setiap musuhku.
Tidak ada sesuatu pun yang paling besar menimpaku 
daripada cacian musuh."


 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar