Selasa, 26 Juli 2011

tak berat, kan..?

by Fajar Barasukma on Tuesday, July 26, 2011 at 7:54am


 : inginku 
tak muluk-muluk
aku cuma ingin
kamu jujur.
selaras ucap
dan
tindakan.

: serupa daun jatuh

itu saja..!


Sabtu, 23 Juli 2011

menggelitiki Iblis

by Fajar Barasukma on Saturday, July 23, 2011 at 8:36am
 
 
 : kumohon
dengan segala sangat
jangan
gelitiki 
"Iblis"
dalam diriku
: sesat sasar
agar
bening pula
lelaku kita..!

.

Jumat, 22 Juli 2011

nafiri

by Efvhan Fajrullah on Friday, July 22, 2011 at 3:28am
 
 
 : gaung bermakna
satu
akhiran menepi
hingga Jabal Nur
terhenti
pada
tiupan ke-tiga..!


: di akhirnya..!

.

-- mencemburui dingin --

 
: sesak ditembung halimun
terjerat selimut minus 2 derajat Celcius
aku teriakkan cemburu terhunus
...pada dinding angin
mengecupiku
dengan bibir dingin
uuhh...

(Peak of Merapi-Dempo 3174 mdpl)


.

Mencumbu Bayang

: tersekat di..
dimensi linear sang waktu
si ruang
...dan 'ngkau
harus pula tau
bayangmu capuk di lamur lamun
bias
disiksa mimpi bersetubuh
pilu
dalam kesangsian dunia
ah,
aku mencumbu bayang sendiri
di cermin bening
dipeluk resah
sampai tersekap nafas
terteguk ludah
sendiri



.

Kamis, 21 Juli 2011

dungu kuadrat pangkat 9

by Fajar Barasukma on Thursday, July 21, 2011 at 8:00am
 
 

"aah..
kan sudah kubilang..!

dasar dungu.
 
buta
matahati
pekak
telinga batin
bisu
lidah jiwa..!
mampus sana diteguk derita..!"

-- gerutuku pada sang jiwa --


-- sebelum cemburu membunuh --

by Fajar Barasukma on Wednesday, July 20, 2011 at 8:56pm

: .....sehingga

harus dengan tegas
kukatakan
rasa itu
bukan untukmu
itu rindu
tidak buatmu
getar itu
tak hadir kepadamu
 
selamat tertipu
duhai hati..ku..!



.

hmm

: 'ngkau mungkin sangat bisa 
dan mampu pura-pura tak tau..
bohongi pikiran
... menipu hatimu..!

"teguk saja madu dusta
hirupi aroma hipokrit sampai muntah
dan terkentut..!
"

-- tapi ingatlah,
tetap saja 'ngkau takkan pernah mampu
menepikan segala memoar bersama
kenangan tentangku
mengenai kita
dari pasungan jiwa-mu...! 


by Fajar Barasukma on Wednesday, July 20, 2011
.

Rabu, 20 Juli 2011

tak bisa terbuka

by Fajar Barasukma on Wednesday, July 20, 2011 at 12:11am
 
 
aku tuliskan sajak
buatmu
"meski 'ngkau bersemayam
di topeng demi topeng
tak pengap kah..?"

kubacakan penuh bening
tetap tak mampu menghadirkan
rupamu sesungguhnya
atau
hanya pergantian topeng belaka
hingga 'ngkau lupa
harus menggunakan topeng mana..?

-- aku cuma takut topengmu terlalu lekat
lalu tak lagi bisa dibuka, nah..!? --


( titik )

by Fajar Barasukma on Tuesday, July 19, 2011 at 11:38pm
: mungkin
'ngkau tak ingat
jalan tertapak
tlah sama kita susur

...melindap lanskap
urat-urat nadi hatimu
dan
hatiku
berebut kenangan
seantara jarak simpang
Merdeka - Talang Kerangga
terhenti
tanpa tanda parkir 

-- aku masih menyimpan cemburu --

Senin, 18 Juli 2011

" it because of You "

by Fajar Barasukma on Sunday, July 17, 2011 at 11:52pm
 
 
: jadi
kosong

semua
ngkau utarakan
dengan tatap
dan aku
cuma terhening
terisi binal imaji
uhh..

Minggu, 17 Juli 2011

-- rindu akan-Mu --

by Efvhan Fajrullah on Sunday, July 17, 2011 at 5:55am
 
 
: aku jeritkan dari segala pencarianku
denyut tarikan asma-Mu

kukebiri otak
tarik simpul jiwa yang terbebat
beringsut
kutengadah
mengepul uap darah

mengepakkan sayap luka
berpusing, meliuk menggasing
menempuhi gigil kabut di lanskap bumi
bercermin di riak sungai-danau-samudra

tarian wajah mengabur
tak lekang
tak terban
ke tanah duri
yang aku selipkan di setiap perhentian nafas
untuk singgah
dan mati.

rememory

by Fajar Barasukma on Sunday, July 17, 2011 at 5:20am
 
: inilah sajakku, sayang
sajak seseorang yang terpenjara
dan
menyandarkan kehidupannya
pada mata kail kenangan
namun,

bukankah selalu ada batas,
meski untuk jiwa
yang paling amarah
sekali pun..?

remedial..!

by Fajar Barasukma on Sunday, July 17, 2011 at 5:02am


  

: pion2 habis
bidak,
benteng serta kuda pun
telah kita tempurkan
beberapa langkah
mundur maju si ratu,
tak membahayakan sang raja
laku 'ngkau
berharap remis?

Sabtu, 16 Juli 2011

sentinel hujan

: barangkali juga harus begini
rinai berpeluk sendu
bersedekap bilur
...tempias pertanyaan
kenapa
apa
bagaimana
mana
mengalirlah
airmata
jadilah
segara


16 Juli 2011

Freeze



: malam membatu
porakporanda
terbeku sinis
...kabut
mempertegas kelam
mengkaji langkah
tertatih
diendus acuh
burungburung malam
masingmasing kecut bergelut
isi ambisi


Jumat, 15 Juli 2011

in-Fludential

: kompas error
17¤ LS - 71¤ BT
jarum terus mengarah
...02¤ LU - 85¤ BB
badai hadir
halimun memeluk
angin mencekal
waktu terbengkalai
..dingin,
sinis


14 Juli 2011




Kamis, 14 Juli 2011

* Iklan Pagi


" sudah BAHAGIAKAH anda hari ini..!?"

: nyaris seperti slogan penguasa, kan?
...tak apalah
paling tidak menjadi cermin pembanding
jika saja memilih
dua pilihan yang membingungkan
dan tak dapat "diperbandingkan"

kebahagiaan
atau
ketenangan

bahwasanya;
untuk menutupi "satu" kebohongan
maka akan tercipta lagi 1 kebohongan baru,
menjadi 2 kebohongan
dan..
untuk menutupi 2 kebohongan yang terjadi
ditambah lagi 2 kebohongan baru pula
terus seperti itu..!

-- jadi..silakan saja jumlahkan sendiri..!


13 Juli 2011


Selasa, 12 Juli 2011

-- bulan seperempat bayang --


: sinarnya menabrakku
mencipta siluet
tanpa awalan
...sekali ini
lagi kunyatakan dengan segala praduga
"aku bebas kau terjemahkan,
kemarin bangsat
hari ini kutubusuk
besok mungkin kecoa...!"

terserah

detik itu berlumur najis
jam ini berkumur dusta


12 Juli 2011


-- resital bunga 7 warna --



-- resital bunga 7 warna --
(buat Mama di alam sana)

: Ma..
izinkan aku pergi berkencan
mencumbu sepi
menziarahi sunyi
bukan karena kutak sanggup
dan
bukan pula tak ikhlas
sebab,
aku amatramatsangat yakin
bahwa 'ngkau tak lagi punya
sedih
gembira
lukaduka
atau nestapa
sedang aku di ruang ini terbelah hati
separuh bahagia
setengah lagi hilang tak tentu irama
sejak 'ngkau meneruskan tamasyamu

-- aku masih terpasung malu --



12 Juli 2011

Re-BorN

Jembatan gantung sepanjang 1 km - Kemah Sastra 1993.
Desa Karang Dalam Kabupaten Lahat.


: yang tak kan terlupa,
...bagaimana kematian itu membuat fantasi bertahun-tahun
tentang
ketakpercayaan lagi pada "berita apa pun..!"
sebab,
sebagai martir yang baik
kita pernah bersumpah
untuk saling
se-saingan
atau
se-siangan...!

dem.


11 Juli 2011


Senin, 11 Juli 2011

HanTu di kepala













: membisik
menggelitik
mengajak
...mengajukrayu

Aih..
ga pasti
tetapi, yang jelas
'ngkau ikutan
takpasti
dan aku
jadi makin ga jelas
-terbunuh ragu-


July 11 2011 at 21:03pm

Minggu, 10 Juli 2011

- reportoar senja ini -


: tengah mengeja skenario dungu terpapar
makin runyamrenyem
bodohnya
...aku mau saja terpancing
melumat umpan
memamahnya pelanpelan
kumuntahkan

July 2 at 5:49pm


- ahh... -

: rupanya
memang tlah tak ada
lagi yang harus dibicarakan..?
...Jika begitu baiklah,
mari samasama kita telan
atau
bakar saja katakata
jadikan sampah..!?


July 2 2011 at 6:57pm

-restless-













: perempuan perkasa
tangguh itu
berhati batu
...dipenuhi ambisi
ambigu bersikap
mengajuk mimpi
lain kata
beda lelaku
terperangkap gala


July 1 2011 at 5:40pm

-- seperti apa kira-kira..? --

: jika monyet bermain korek api
membakar jerami
kering selaut makna
...lalu
kata-kata dimamah
dikunyah
menjadi sajak kutubusuk
dibacakan di depan mighrab
jadi apa sang penipu
dengan catatan harian
dimakan kutubuku..?

seperti apa kira-kira..?
ahh,
aku terlalu berlebihan.


July 6 2011 at 7:20am

khasyiyah

by Efvhan Fajrullah on Saturday, December 18, 2010 at 3:27am
 
 
"maka...takutlah pada Allah, hingga rasa takut kepada Allah itu menghalangi dari berbuat dosa..!"




duhh..
mana mampu kuberpaling dari-Mu..!

aside..!

by Efvhan Fajrullah on Sunday, July 10, 2011 at 2:00am
 
 
-- pada lantun gaung Peziarah yang bergema --

: gumamku terpatah
wahai yang bergaung di seantero palagan hidup..!
jemari kita mengerumusi dan menekapi telinga
sudah tak bisa lagi

membendung kepiluan
kekinian rimba labirin batin
geliat yang terus menggurita
menjadi kafan mummy jasad sang penawar
'kini'
menawarkan warta buruk kematian
resonansi jarak yang tercipta
makin senyap dan sunyi
di tengah gaung yang bergema
masih setiakah kita menziarahi sepi..?

lalu berlalu..!

by Efvhan Fajrullah on Saturday, June 25, 2011 at 1:48am
kosong...
masih harus diisi
ahh..

 
"bukankah telah pernah
sungguh-sungguh kuutarakan padamu.. 
bahwasanya:
sepanjang episod usia hidup
aku cuma mencinta
dua perempuan
dengan cara yang berbeda..!
ibuku dan kamu..!
"
 

yang pertama, telah berpulang
yang ke-dua, telah berpaling..!


-- nir --

by Efvhan Fajrullah on Wednesday, March 30, 2011 at 8:27pm
 
 
 
: berhulu kosong
nirwana
nirjiwa
nirmala
nirhati
nirkala
nirlaba

~, 9, 8, 7, 6, 5, 4, 3, 2, 1,

-- berpusat 0 --

-1, -2, -3, -4, -5, -6, -7, -8, -9, ~

semua
bermuara nir..!

-- di mana isi..!? --

alamat keliru..!

by Efvhan Fajrullah on Friday, July 8, 2011 at 9:19am
 
 
 
: Terpasung Mimpi

terpasung mimpi yang enggan datang
tersesat sasar...!

senyum malaikat

by Efvhan Fajrullah on Sunday, April 3, 2011 at 3:42am
 
 
menyapa
di samping seraut gumpal gemawan,
mengajak bercumbu

: seseorang di tepian
melepas lilin ke danau hidup,
tanpa tujuan - mungkin -
atau hanya menyalakan sedikit cahaya
di gelap bayang riak permukaan danau
pelan-pelan mengarah ke tengah
menemui kesejatiannya
 
esok
atau mungkin tidak,
takkan pernah lagi menemui
rasa yang sama
dan...
di sini,
kubuang segala atas resah
untuk cinta dan misterinya
untuk kenangan dan serpihannya....! 

-- chatarsis 3 huruf --

by Efvhan Fajrullah on Wednesday, April 6, 2011 at 7:32pm
 
 
 
sakit perut.

berak beserta erang parau..!
aku merasa jadi tai
cuma ekses yang terjadi
dari suatu ingin konstraksi
isi perut versus kebutuhan

(aku merasa tak punya eksistensi,
seperti tai)
: tapi, "tai" ternyata masih punya eksistensi
yang lebih murni,
dinyatakan dengan keluarnya
"arti sebuah kelegaan..!"

-- entah itu disertai mules,
kentut tersangat bau, sebelumnya --

dia tetap murni hasil kelegaan.

-- Ujan Dalu Hari --

by Efvhan Fajrullah on Sunday, April 24, 2011 at 12:25am
 
 

 
: siluet mencumbu bulan 

: bulan gugup
mengintipi elang
yang telat pulang
membawa pengap qalbu
...meruang-hampa
di kerinaian gerimis
dalu ini

(tak rindu suakah
sang bulan
pada si elang luka..?)
Aiih..!

Azazil warning...!!!! (ketika Iblis membentang sajadah)

by Efvhan Fajrullah on Wednesday, April 13, 2011 at 12:15am
 
 
 
Dalam forum ini
saya akan paparkan
apa yang telah saya lakukan
selama umat manusia ada di bumi ini.
Ini untuk menunjukkan
betapa perkasanya saya.
karena,
saya bisa ciptakan dan ajak manusia
jadi licik, jahat, hipokrit,
otoriter, jalang, nakal, liar, tak beradab,
atau menipu Tuhan,
bila perlu.

JURUS ANDALAN
- Memoles Kebathilan
- Menamakan Maksiat dengan Nama yang Indah
- Menamakan Keta'atan dengan nama yang Tak Disukai
- Masuk melalui Pintu yang Disukai Manusia
- Menyesatkan Manusia secara bertahap
- Menghalang-halangi manusia dari Kebenaran
- Berlagak sebagai Penasehat.

Sedikit saja anda lengah,
nikmati saja rayuan saya..!
Hahahaha....
--ketawa jumawa..--

black azimuth

by Efvhan Fajrullah on Tuesday, February 15, 2011 at 12:04am
 
 
 
halaman pertama
hingga terakhir
dipenuhi
catatan nafas
melegam
terburu
tinta jiwa tertumpah
pada ruang
terlebam
kita
jadi asing
1 dengan yang lain

-- selamat berpisah..! --

Pesan (Tak) Penting..!

by Efvhan Fajrullah on Saturday, April 9, 2011 at 3:00pm
 
 
Catatan Tambahan Dik..!

 
: Sebagai tambahan
sekedar keinginan kami sebagai anggota sebuah organisasi,
kami harapkan kepada semua anggota;
semoga kalian menjadi kader yang mengabdikan dirinya
untuk tujuan-tujuan perjuangan organisasi
yang selalu mengerahkan segala pikiran, perasaan, dan tindakannya
untuk perjuangan kepentingan bersama. 

Meski hal ini tidaklah mudah !
Karena, masing-masing person masih membawa pikiran,
perasaan, dan tindakan yang mementingkan diri sendiri,
dan mengabaikan kepentingan bersama.
Jadi, terdapat pertentangan antara kepentingan bersama perjuangan
dengan kepentingan diri sendiri (pribadi).
Menghadapi pertentangan tersebut, setiap kader dituntut
untuk mengubah dirinya sendiri.
Mengubah dari pikiran, perasaan, dan tindakan
yang mementingkan diri sendiri menuju pikiran, perasaan,
dan tindakan yang mementingkan kepentingan bersama.
Mengubah diri, tidak semudah membuka baju,
ataupun semudah membalikkan telapak tangan.

Perubahan ini memakan waktu dan proses yang panjang.
Perubahan diri ini dilakukan sejalan dengan jalannya perjuangan itu sendiri.
Perubahan menjadi kader sejati menuntut si kader untuk selalu mencela pikiran,
perasaan, dan tindakan dirinya sendiri yang salah,
seorang kader dapat memahami, mengerti, menghargai dan membantu
apa yang sedang menjadi kendala kader-kader lainnya,
yang berarti "seorang" kader juga dituntut untuk selalu memuji pikiran,
perasaan, dan tindakan yang benar yang dilakukan kader lainnya.

Sifat dasar seorang kader, yakni:
  • · Sunguh-sungguh, hati-hati dan penuh semangat.
  • · Kesediaan dan tanpa rasa takut menanggung resiko.
  Termasuk resiko pengorbanan dan penderitan.
  • Bersatu dengan kehangatan perkawanan bersama kader lainnya.  Perjuangan seorang kader bukan seperti mesin.  Ia harus berkawan agar dirinnya tetap menjadi manusia.
  • Menerima dengan terbuka dan lapang dada kritik dari kawan, dan selalu siap memperbaiki diri sendiri.
  • Jujur dalam bekerja bersama kawan.  Sebab, tanpa kejujuran, seorang kader tidak akan dipercayai oleh kawan seperjuangannya dan massa.
  • Punya rasa humor.  Dengan rasa humor, seorang kader tidak akan tenggelam dalam kepahitan hidup.  Justru, ia akan bisa menarik pelajaran dari kepahitan hidup yang dialami, sehingga bisa bangkit.
  • Punya ‘banyak akal’ atau disebut juga keatif.  Dalam melaksanakan tugas-tugasnya seorang kader, akan menggunakan akalnya.  Bila gagal melakukan tugas dengan satu cara, ia akan mempergunakan cara lainnya, yang tidak merugikan atau menyakiti orang lain.  Tidak pernah seorang kader ‘hilang akal’ sehingga ber-putus asa dalam melaksanakan tugasnya.
  • Bersikap rendah hati terhadap massa.  Tidak menyombongkan diri; juga tidak tenggelam dalam massa.  Tapi bila di depan, memberikan teladan; Bila ditengah, bekerja penuh; Bila di belakang, memberi semangat.
> Semoga bermanfaat..! VIVA...! 

CATATAN kecil UNTUK SAUDARA-SAUDARAKU

by Efvhan Fajrullah on Monday, April 25, 2011 at 4:44pm
 

: maafkan  masa lalu
lupakan saja biasnya
 tak penting Benar atau Salah.
yang perlu dikenang adalah;
"saat KITA berjuang bersama-sama",
cukup itu,
tak perlu lebih.
...dan Ingat!
jangan pernah mundur...!
hanya karena masalah pribadi
atau pun masalah sepele-duapele
jangan sampai
semua itu merusak
perjuangan kita selama ini.
cobalah
untuk saling memahami keyakinan
diantara kita
dan cobalah
membangun kembali kepercayaan
antara kita
sehingga, tercipta
keberanian untuk berjuang menjadi satu.

AKU CINTA KALIAN !!!!!

Sayembara MIMPI

by Efvhan Fajrullah on Saturday, March 12, 2011 at 11:26pm
 
 
"thou sure and firm set earth, hear not my steps. which way they walk,
for fear thy very stones prate of my where about."
(William Shakespeare - Macbeth)

"bumi yang tidur, janganlah kamu terjaga oleh langkah-langkahku,
tanganku mulai bergerak mencapai tujuannya."

: ini bukan tentang luka atau kepedihan
atau kesakitan kekal
tetapi, lebih dari itu.
mimpi-mimpi disayembarakan meriah
dibangun di areal terbaik Real Estate....

 
kesepian diri masih sombong bercokol
di realita,
kemelaratan batin jadi kebanggaan
tak kenal ujung.

kematian..?

jadi hantu yang paling menakutkan.

-- PINGIN NULIS PUISI GELAP --

by Efvhan Fajrullah on Sunday, March 27, 2011 at 11:25pm
 
 
eh..., tetap samar.

 
hitam - putih - hitam - putih - hitam - putih - hitam - putih -
hitam - putih - hitam - put....

berulang dan berakhir kelabu

jet'aime..ek is lief vir jou..ohiboke...!

by Efvhan Fajrullah on Friday, February 11, 2011 at 8:49pm
 
 
 
: derai hujan
basi
matahari lindap
cuaca
matahati malu
rembulan
berurai
airmata
hilang suka
mengedip pun
tak mau sanggup..!

ANAK COME PUNK

by Efvhan Fajrullah on Saturday, January 8, 2011 at 5:30pm
ANAK COME PUNK
(boleh baca: anak kampung atau anak kampang. Terserah)

Cerpen Efvhan Fajrullah

: Terpekur lara padasempit nafas...!     Kakekku tak lagi suka memancing. Dia pun sepertinya tak cinta lagi pada kipas angin listriknya yang sudah beberapa kali diperbaiki. Pertemuan kami sudah lama meninggalkan papan catur. Sekarang dia mempunyai kebiasaan baru, bila aku sujud pada tangannya, dia seperti ketakutan dan berteriak,
–Revolusi tai kucing, revolusi ilusi, revolusi tanpa bau surga–
Kemudian berkembang menjadi keluhan dengan setengah menangis sambil menolak tanganku.
–Reformasi ayam sayur, reformasi flu burung...!–
Karena keseringan mendengar jeritan kakek, akupun tidak bisa melarang bila kakaktua kesayangan ayah sering melafazkan itu. Kebiasaan itu juga menular kepada beberapa orang keponakanku yang memang harus menempati rumah waris kakek.
     Kalaupun ada kejahatanku kepada kakek, dapat kurangkum menjadi satu; terlalu banyak tau apa yang dia inginkan untuk negara kami. Bahkan dia pernah menjadikan aku sebagai kadernya yang paling dipercaya. Walaupun dia juga yang melarang aku untuk menjadi tentara. Alasannya sangat tepat saat itu. Dia tau betul apa artinya jadi tentara, karena dia adalah pensiunan Jenderal. Aku lebih disupportnya  untuk membangun gerakan dalam garis kawan satu pahamnya. Lalu orang-orang dekatnya mengatakan,
–Engkaulah juniornya. Engkaulah gambaran semangat dia selagi muda–  Mula-mula kutolak itu semua.     
     Aku, ya aku. Kakek, ya kakek. Mungkin karena keseringan aku pun mulai terobsesi dan diam-diam juga kusenangi bila ada yang mengaitkan aku pada kebesaran dan keharuman nama kakekku.
Dalam tiga buku yang ditulisnya sejak dia dikucilkan,  dia sering menuliskan namaku dengan huruf kapital. Saudara-saudara kandung dan misanku, serta saudara ayah dan ibu, sangat mengerti akan sikap kakek. Arti kehadiranku sebagai cucu tersayang itu, juga karena di masa sulit kakek, aku termasuk orang yang paling dekat dengannya. Sewaktu dia dipenjara, akulah yang sering menemani dia. Lucunya, aku pernah sekali-sekali menemaninya tidur di balik terali karena keinginanku sendiri dan lobi beberapa menteri. Kemudian, dia juga yang menghibahkan kepadaku sebuah ruangan perpustakaan yang ada di ruang rahasia keluarga kami.
Dan aku dituntut dalam sebuah perjanjian tertulis sampai mati atas tanggung jawab tersebut. Kini aku juga heran dengan perkembangan jiwanya yang membingungkan.
***
     Senja kemarin-kemarin lebih emas dibanding dengan senja seminggu ini. Daun-daun tua di kebun semakin banyak yang runtuh, dan hujan terasa kian rajin membasahi bumi. Aku mulai lagi direpotkan dengan keluhan keluarga jauh yang rata-rata hampir tak dapat mengikuti acara kumpul keluarga pada malam nanti. Aku yang memang masih dianggap sebagai corong kakek, cuma dapat mencatat dan menginformasikan; kalau pertemuan kali ini mengagendakan persiapan Ulang Tahun Perkawinan Berlian kakek dan nenek, sekaligus peringatan kemerdekaan bangsa kami yang memang telah menjadi tradisi wajib bagi keluarga besar  kami.
     Kakek sudah memulai persiapan itu dari sejak pagi. Dialah orang pertama yang sangat siap dengan pakaian kebesarannya. Sementara, nenek sendiri sudah dirias sebagai juru rawat. Dulu, Nenek adalah Pandu Putri yang juga aktif dalam palang merah. Aku terpaksa mengatakan; nenek sebagai juru rawat karena… apa ada, jururawat yang terbaring di kursi roda karena stroke?
Nenek, di masa tuanya telah menjadikan aku musuh nomor satunya. Setiap pertemuan kami selalu dipenuhi dengan tudingan yang tak terhitung lagi. Di antaranya, yang masih sangat aku ingat; sewaktu dia menolak aku untuk mengangkatnya dari kursi rodanya ke ranjang. Dan ucapan lirih dengan suara yang geram terdengar kembali,
–Beb-zeb, beb-pep, bebebebebebb-zzzebzebbb-zebeeebzbb pepeppp–
dan seterusnya, dan sebagainya. Lalu aku mencoba membuat terjemahan bebasnya dalam penafsiran sebagai
–Mengapa kau rebut Jenderal dari sisiku...? Apa sebab kau mengkudeta kedudukanku?–
Akan tetapi, kakakku malah lebih fatal lagi mengarti-bebaskannya
–Anak tak beradab…! Anak yang mengingkari adat...! Adat lama tak lagi kau pakai, adat baru kurang akal. Lost control. Korban ilmu pengetahuan–
Adikku yang baru pulang dari Indonesia sebagai sarjana seni, telah pula menjadikannya sebuah puisi;  “Nenek membasuh darah Jenderal Tua itu pada batu kembang dua kali. Pertama, sewaktu ruang itu padat musuh. Kedua, terserah aku.”
     Setelah dua jam lebih aku di WC dan melahirkan tiga lembar tulisan tangan, aku masuk ke ruang bawah tanah. Ruang yang menjadi tempat keluarga inti mengatur segala rencana. Di sudut ruang berpermadani  itu telah duduk dua puluh orang yang kukenal dengan baik. Mereka melihat kehadiranku dengan kertas ini sebagai sebuah ancaman. Sudah biasa. Bila  aku keluar dengan karya-karyaku, keluarga ini pun akan dibicarakan banyak orang. Dan musuh politik keluarga besar kami, terutama musuh nama besar kakek akan bereaksi dengan sekeras mungkin. Apalagi mereka adalah orang-orang yang dibayar ganda oleh media massa dan penguasa.
Berita apa  yang kau bawa dari WC? bapakku memulai.
Hari ini aku tidak menuliskan huruf-huruf. Aku menulis dengan air dan dakiku!
Karya apa pun itu, kami tak ingin ada ideologinya. Ini bahaya lama di dunia baru
Bapak yang kenal aku, hari ini aku tak kenal bapakku yang kemarin
Jangan memancing energi kemarahan yang lain! Bapakku berhasil menjadi agresor.
Kau tidak tahu, berita hari ini hampir semua menanggapi tulisanmu yang kemarin. Tujuh koran lokal, delapan koran nasional, tiga media internasional dan dua ratusan SMS, dan tak terdeteksi lagi komentar-komentar orang-orang di internet. Tak satu pun yang mau mengerti mengapa kau beranggapan selalu gagal mendompleng ideologi Jenderal pikun itu!
Aku lalu dikeroyok secara fisik. Mereka saling memperebutkan tiga lembar kertas itu dan lalu menyobek-nyobeknya. Dengan muka garang, mereka memojokkan aku ke sudut, dekat peti tua. Maaf, aku diikat dan mulutku disumpal dengan bendera. Sepertinya ini sudah sangat terencana.
Tuan-tuan dan puan-puan, kongres keluarga kita yang lalu dinyatakan; mulai hari ini tidak lagi sah. Kepengurusan dibubarkan, dan kondisi kini vacuum power. Ungkap Encik Bendara semakin memperjelas posisiku. Tawanan.
Seperti yang kita sepakati dan kita tandatangani, budag satu ini tak lebih setan. Musuh kita yang sangat jelas. Karena keadilan harus ditegakkan, dan kebenaran  perlu juga dikabarkan pada pesakit. Saya selaku penghakim akan membacakan tuntunan yang berbunyi; satu, dalam sidang yang tepat dan cepat ini, keputusan diambil berdasarkan kepada kepentingan saat ini. Dimana, pesakit harus tunduk dan patuh pada putusan juri atas suara mayoritas. Dua, alat ukur untuk pembelaan adalah kepentingan kolektip dan kepentingan mayoritas–
     Aku terhukum. Salah sebelum diputuskan dan itu aturan mereka. Dan rencana terbaikku saat ini adalah; mengkhayal tentang seseorang yang berulangkali gagal aku cintai.
            Namanya Flatus. Tapi aku punya panggilan yang sangat akrab padanya, O. Bisa disebut O biasa, O pepet.  Atau O lingkaran, O bundaran, O spiral. Kadangkala dia aku panggil Nol, Zero, Kosong, kemudian ada temanku memberi informasi O dalam bahasa Jerman dan Perancis disebut Nul. Dihubungkan dengan fisik aku pun sering meneriaki dia dengan sebutan ‘Bulat’. Dia sangat marah, kalau aku sampai memanggil namanya sebagai Nihil atau Hampa. Kecenderungan paling lucu yang dia kilahkan padaku adalah;
–Mengapa tak kau panggil aku Tebok atau Bolong. Bisa juga Buntet atau Lobang—
     Kami ada jadwal rutin. Dialah sahabat sekaligus musuh kreativitasku. Entah karena apa kami akrab, tak jelas. Pertama kali aku melihatnya, disaat dia mengais sampah dekat rumah seorang jenderal, teman seperjuangan kakekku juga. Dia sedang mengumpulkan kertas merah dan kertas putih, yang pada saat itu memang sangat banyak. Aku kecil dan dia kecil saling pandang. Lalu, aku temani saja dia mengumpulkan semua itu ke dalam keranjangnya. Kami bekerja seperti berebutan, sampai dia yakin kalau aku hanya membantunya, bukan ingin memiliki kertas merah-putih tersebut. Saat kami sudah mulai kecapean, datang seorang nenek kere. Dia langsung mengenali aku.
—Hei… cucu seorang jenderal seberang, mengapa kau jadi gelandangan juga?—
     Aku kecil memang nakal. Lebih nakal dari aku setelah mulai agak membesar. Langsung saja kujawab ejekannya
—Mengapa? Memangnya gelandangan zaman dulu tidak bisa jadi jenderal zaman sekarang?— lalu kami tertawa. Sempat aku melirik ke pos monyet yang juga mengeluarkan suara tawa. Seorang penjaga, ternyata dari tadi memperhatikan kami. Tawanya  sangat khas. Tertawanya itu juga yang sering aku pakai, karena tawanya lekat pada urat geliku. Sayang, tawa yang sangat bebas dan ramai seperti masa kecil itu tak dapat kami ulangi lagi. Bayangkan, kami sampai terpingkal-pingkal dan berguling-guling di atas kertas merah-putih bekas pembungkus buah dengan sangat keras dan lepas. Sampai-sampai, anjing tetangga pun ikut menggonggong. Kini, mungkin saja anjing kampung itu juga ikut tertawa.
Flatus sendiri tak ingat dengan detail peristiwa itu. Yang dia ingat  cuma satu alasan, mengapa mencintai aku. Dia pernah berujar saat kutemani naik ke atap rumah susun  tempat penampungan para gelandangan;
—Setelah kita seringkali jumpa, dan aku kembali sekolah atas biaya kakekmu, tak ada alasan lain bagiku untuk mencari orang tercinta selain kamu. Walaupun kau tidak pernah boleh atau bisa menikahiku, aku akan tetap mempertahankan perasaan. Pacaranlah kau dengan orang lain. Beristrilah kau dengan bukan aku, atau kau mati. Aku masih sangat tetap dalam berkeyakinan, mencintai kamu adalah mencintai diriku.

Aku menyerah. Menyerahkan segalanya, termasuk di dalamnya keperjakaanku. Kami melakukan persenyawaan itu sedari kecil. Dan Flatus  bukan seorang perawan. Menurut ceritanya;
Malam itu gelap matalah pacar emakku. Setelah emak dibuatnya terlelap, aku pun ikut ia garap. Biadabnya, itu terjadi berulangkali dan aku belum lagi mengerti. Saat pacar emakku pun mati, aku masih sangat kecil sekali. —
Awalnya, aku merasa diperkosa Flatus. Tetapi, setelah agak besar, aku menyadari. Flatus adalah guruku dalam persoalan seks. Dan kini, aku masih sangat banyak belajar padanya tentang itu. Menurutku dia melakukan hubungan itu dengan segenap jiwa-raganya, sementara aku, lebih sering dengan nafsu belaka, raga semata.
***
— Stop, khayalanmu! — Sentakan dari langit-langit ruang bawah tanah. Sang Jenderal turun dengan tubuh telanjangnya. Dan tanpa senjata dia melepaskan ikatanku. Membongkar bendera di mulutku. Sementara yang lain terdiam dengan ulah jenderal tua ini. Dengan seksama dia menjadikan bendera itu alat penutup kemaluannya. Dan dia berorasi,
– Anak ini adalah proses kekeliruan kita.  Kepalanya dipenuhi khayalan seni, di hatinya penuh spiritualitas tinggi. Perutnya kapitalis, kemaluannya komunis, dan kakinya liberal. Tangannya nasionalis, bajunya bergonta-ganti. Semua itu kontribusi kita. Lalu, bila dia memainkan peran di luar ideologi kalian yang tidak berideologi dan tidak berasas pada negara ini. Apakah dia bukan anak kalian? Jawab! – Mereka membeku, ruangan batu, hidup jadi kaku,
– Apakah ini anak come-punk itu? Sementara di hati kalian tidak ada lagi negara. Dan ini bukan Indonesia –
Aku harus bicara pada Jenderal ini. Dengan sangat ingin berkata pada seluruh keluarga,
– Tiga kertas yang kalian sobekkan itu mengingatkan aku pada orang-orang kreatif yang menulis pakai darah.  Melukis pakai darah. Dan berkata dengan darah. Kalian tidak tahu energi apa yang tersimpan dalam tulisan itu. Pada tiga kertas itu aku tuliskan coretan yang tanpa bentuk. Cuma aku yang mengerti apa isinya. Apakah kalian mau tahu? –
Mereka serentak mengangguk seperti robot.  
–  Isinya tiga. Satu, Nak. Dua, come. Tiga, punk. Itu saja – 
–  Cuma itu? – Koor dari langit-langit menembus bawah tanah.
–  Cuma itu. Nak, come punk

Palembang,  21 Maret 2004
Begadang di DKSS.
Catatan Khusus buat my surv:
Semoga KITA tak menipu Taqdir. 

-- PROPOSAL NIKAH --

by Efvhan Fajrullah on Sunday, January 2, 2011 at 4:26am
Ibunda dan Ayahanda yang sangat saya hormati, saya cintai dan sayangi,
semoga Allah selalu memberkahi langkah-langkah kita dan tidak putus-putus memberikan nikmat-Nya kepada kita. Amin
Ibunda dan Ayahanda yang sangat saya hormati..
sebagai hamba Allah, saya telah diberi berbagai nikmat.
Maha Benar Allah yang telah berfirman :
"Kami akan perlihatkan tanda-tanda kebesaran kami di ufuk-ufuk dan dalam diri mereka,
sehingga mereka dapat mengetahui dengan jelas bahwa Allah itu benar dan Maha Melihat
segala sesuatu".
Nikmat tersebut diantaranya ialah fitrah kebutuhan biologis,
saling membutuhkan terhadap lawan jenis..
yaitu:   Menikah !
Fitrah pemberian Allah yang telah lekat pada kehidupan manusia,
dan jika manusia melanggar fitrah pemberian Allah,
hanyalah kehancuran yang didapatkannya..
Na'udzubillah !
Dan Allah telah berfirman :
"Janganlah kalian mendekati zina, karena zina adalah perbuatan yang buruk lagi kotor"
(Qs. Al Israa' : 32). 

Ibunda dan Ayahanda tercinta..
melihat pergaulan anak muda dewasa itu sungguh amat memprihatinkan,
mereka seolah tanpa sadar melakukan perbuatan-perbuatan maksiat kepada Allah.
Seolah-olah, di kepala mereka yang ada hanya pikiran-pikiran yang mengarah kepada kebahagiaan semu dan sesaat. Belum lagi kalau ditanyakan kepada mereka tentang menikah.
"Saya nggak sempat mikirin kawin, sibuk kerja, lagipula saya masih ngumpulin barang dulu," ataupun Kerja belum mapan , belum cukup siap untuk berumah tangga¨, begitu kata mereka.
Padahal kurang apa sih mereka?
Mudah-mudahan saya bisa bertahan dan bersabar agar tak berbuat maksiat. Wallahu a'lam.

Ibunda dan Ayahanda tersayang...
bercerita tentang pergaulan anak muda yang cenderung bebas pada umumnya sekarang ini,
rasanya tidak cukup tinta ini untuk saya torehkan.
Setiap saya menulis peristiwa anak muda di media-media atau majalah Islam,
pada saat yang sama terjadi pula peristiwa baru yang menuntut perhatian  kita..Astaghfirullah..

Ibunda dan Ayahanda..inilah antara lain yang melatar belakangi saya ingin menyegerakan menikah.

Dasar Pemikiran : Dari Al Qur’ an dan Al Hadits : 
"Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (menikah) dari hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba  sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin allah akan mengkayakan mereka dengan karunianya. Dan Allah Maha Luas (pemberianNya) dan Maha Mengetahui."   (QS. An Nuur (24) : 32).

"Dan segala sesuatu kami jadikan berpasang-pasangan, supaya kamu mengingat kebesaran Allah." (QS. Adz Dzariyaat (51) : 49). 

“Maha Suci Allah yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yang tidak mereka ketahui¡”
(Qs. Yaa Siin (36) : 36).

”Bagi kalian Allah menciptakan pasangan-pasangan (istri-istri) dari jenis kalian sendiri,
kemudian dari istri-istri kalian itu Dia ciptakan bagi kalian anak cucu keturunan,
dan kepada kalian Dia berikan rezeki yang  baik-baik” (Qs. An Nahl (16): 72). 

”Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah; Dia menciptakan untukmu isteri-isteri
dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikanNya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir”.  (Qs.Ar. Ruum (30) : 21). 

”Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi pelindung (penolong) bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma'ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan mereka taat kepada Allah dan Rasulnya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah ; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana “(Qs. At Taubah (9) : 71).

”Wahai manusia, bertaqwalah kamu sekalian kepada Tuhanmu yang telah menjadikan kamu satu diri, lalu Ia jadikan daripadanya jodohnya, kemudian Dia kembangbiakkan menjadi laki-laki dan perempuan yang banyak sekali”. (Qs. An Nisaa (4) : 1).

”Wanita yang baik adalah untuk lelaki yang baik. Lelaki yang baik untuk wanita yang baik pula
(begitu pula sebaliknya). Bagi mereka ampunan dan reski yang melimpah” (yaitu : Surga)
(Qs. An Nuur (24) : 26).

”...Maka nikahilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi dua, tiga, atau empat.
Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (nikahilah) seorang saja…”
(Qs. An Nisaa' (4) : 3).

”Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak pula bagi perempuan yang mukminah
apabila Allah dan RasulNya telah menetapkan suatu ketetapan akan ada bagi mereka pilihan yang lain tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sesungguhnya dia telah berbuat kesesatan yang nyata”. (Qs. Al Ahzaab (33) : 36).
 
Anjuran-anjuran Rasulullah untuk Menikah : Rasulullah SAW bersabda:

"Nikah itu sunnahku, barangsiapa yang tidak suka, bukan golonganku !"(HR. Ibnu Majah, dari Aisyah r.a.).

Empat macam diantara sunnah-sunnah para Rasul yaitu : “berkasih sayang, memakai wewangian, bersiwak dan menikah” (HR. Tirmidzi). Dari Aisyah,

"Nikahilah olehmu kaum wanita itu, maka sesungguhnya mereka akan mendatangkan harta (rezeki) bagi kamu¡” (HR. Hakim dan Abu Dawud).

Jika ada manusia belum hidup bersama pasangannya, berarti hidupnya akan timpang dan tidak berjalan sesuai dengan ketetapan Allah SWT dan orang yang menikah berarti melengkapi agamanya, sabda Rasulullah SAW: "Barangsiapa diberi Allah seorang istri yang sholihah, sesungguhnya telah ditolong separoh agamanya. Dan hendaklah  bertaqwa kepada Allah separoh lainnya." (HR. Baihaqi).

Dari Amr Ibnu As: “Dunia adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasannya ialah wanita shalihat”
(HR. Muslim, Ibnu Majah dan An Nasai). 

"Tiga golongan yang berhak ditolong oleh Allah yaitu Orang yang berjihad/berperang di jalan Allah,
Budak  yang menebus dirinya dari tuannya, Pemuda/i yang menikah karena mau menjauhkan dirinya dari yang haram." (HR. Tirmidzi, Ibnu Hibban danHakim)

"Wahai generasi muda! Bila diantaramu sudah mampu menikah hendaklah ia nikah, karena mata akan lebih terjaga, kemaluan akan lebih terpelihara." (HR. Bukhari dan Muslim dari Ibnu Mas'ud)
”Kawinlah dengan wanita yang mencintaimu dan yang mampu beranak. Sesungguhnya aku akan membanggakan kamu sebagai umat yang terbanyak (HR. Abu Dawud). 
“Saling menikahlah kamu, saling membuat keturunanlah kamu, dan perbanyaklah (keturunan).
Sesungguhnya aku bangga dengan banyaknya jumlahmu di tengah umat yang lain” (HR. Abdurrazak dan Baihaqi).
”Shalat 2 rakaat yang diamalkan orang yang sudah berkeluarga lebih baik, daripada 70 rakaat yang diamalkan oleh jejaka (atau perawan)” (HR. Ibnu Ady dalam kitab AlKamil dari Abu Hurairah).

Rasulullah SAW. bersabda :  "Seburuk-buruk kalian, adalah yang tidak menikah, dan sehina-hina mayat kalian, adalah yang tidak menikah" (HR. Bukhari). 
”Diantara kamu semua yang paling buruk adalah yang hidup membujang, dan kematian kamu semua yang paling hina adalah kematian orang yang memilih hidup membujang”(HR. Abu Ya¡¦la dan Thabrani).
Dari Anas, Rasulullah SAW. pernah bersabda“Barang siapa mau bertemu dengan Allah dalam keadaan bersih lagi suci, maka kawinkanlah dengan perempuan terhormat. (HR. Ibnu Majah,dhaif).
Rasulullah SAW bersabda :“Kawinkanlah orang-orang yang masih sendirian diantaramu. Sesungguhnya, Allah akan memperbaiki akhlak, meluaskan rezeki, dan menambah keluhuran mereka (Al Hadits).

 Tujuan Pernikahan :
1. Melaksanakan perintah Allah dan Sunnah Rasul.
2. Melanjutkan generasi Muslim sebagai pengemban risalah Islam.
3. Mewujudkan keluarga Muslim menuju masyarakat Muslim Madani.
4. Mendapatkan cinta dan kasih sayang.
5. Ketenangan Jiwa dengan memelihara kehormatan diri (menghindarkan diri dari perbuatan maksiat/perilaku hina lainnya).
6. Agar kaya (sebaik-baik kekayaan adalah isteri yang shalihah).
7. Meluaskan kekerabatan (menyambung tali silaturahmi/menguatkan ikatan kekeluargaan)

Kesiapan Pribadi :
1. Kondisi Qalbu yang sudah mantap dan makin bertambah yakin setelah istikharah. Rasulullah SAW. bersabda :
   “Man Jadda Wa Jadda¡¨ (Siapa yang bersungguh-sungguh pasti ia akan berhasil melewati rintangan itu).
2. Termasuk wajib nikah (sulit untuk shaum).
3. Termasuk tathhir (mensucikan diri).
4. Secara materi, Insya Allah siap.
   “Hendaklah orang yang mampu memberi  nafkah menurut kemampuannya” (Qs. At Thalaq (65) 

Akibat Menunda atau Mempersulit Pernikahan : 
 1. Kerusakan dan kehancuran moral akibat pacaran dan free sex. 
2. Tertunda lahirnya generasi penerus risalah. 
3. Tidak tenangnya Ruhani dan perasaan, karena Allah baru memberi ketenangan dan kasih sayang bagi orang yang menikah. 
4. Menanggung dosa di akhirat kelak, karena tidak dikerjakannya kewajiban menikah saat syarat yang Allah dan Rasul-Nya tetapkan telah terpenuhi. 
5. Apalagi sampai bersentuhan dengan lawan jenis yang bukan mahramnya. Rasulullah SAW. bersabda: 
    Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, janganlah ia bersunyi sepi berduaan dengan wanita yang
    tidak didampingi mahramnya, karena yang menjadi pihak ketiganya adalah syaitan." (HR. Ahmad) 
    dan  "Sungguh kepala salah seorang diantara kamu ditusuk dengan jarum dari besi lebih baik, daripada menyentuh
    wanita yang tidak halal baginya" (HR. Thabrani dan Baihaqi).. 
     Astaghfirullahaladzim.. Na'udzubillahi min dzalik

Namun, umumnya yang terjadi di masyarakat di seputar pernikahan adalah sebagai berikut ini :
 1. Status yang mulia bukan lagi berupa taqwa, melainkan gelar yang  disandang: Ir, DR, SE, SH, ST, dsb 
2. Pesta pernikahan yang wah/mahar yang tinggi, sebab merupakan kebanggaan tersendiri, bukan di selenggarakan penuh ketawadhu'an sesuai dengan kemampuan yang dimiliki.(Pernikahan hendaklah dilandasi semata mata hanya mencari ridha Allah dan RasulNya. Bukan dicampuri dengan harapan ridha dari manusia (sanjungan, tidak enak kata orang, dsb).Saya yakin sekali.. bila Allah ridha pada apa yang kita kerjakan, maka kita akan selamat di dunia dan di akhirat kelak).
3. Pernikahan dianggap penghalang untuk menyenangkan orang tua. 
4. Masyarakat menganggap pernikahan akan merepotkan Studi, padahal justru dengan menikah, penglihatan akan jauh lebih terjaga dari hal-hal yang haram, dan semakin semangat menyelesaikan kuliah.

 Memperbaiki Niat :
Innamal a'malu binniyat....... Niat adalah kebangkitan jiwa dan kecenderungan pada apa-apa yang muncul padanya berupa tujuan yang dituntut yang penting baginya, baik secara segera maupun ditangguhkan.

Niat Ketika Memilih Pendamping :
 Rasulullah bersabda;
"Barangsiapa yang menikahkan (putrinya) karena silau akan kekayaan lelaki, meskipun buruk agama dan akhlaknya,
maka tidak akan pernah pernikahan itu dibarakahi-Nya,
Siapa yang menikahi seorang wanita karena kedudukannya, Allah akan menambahkan kehinaan kepadanya,
Siapa yang menikahinya karena kekayaan, Allah hanya akan memberinya kemiskinan,
Siapa yang menikahi wanita karena bagus nasabnya, Allah akan menambahkan kerendahan padanya,
Namun, siapa yang menikah hanya karena ingin menjaga pandangan dan nafsunya
atau karena ingin mempererat kasih sayang, Allah senantiasa memberi barakah dan menambah kebarakahan itu padanya."(HR. Thabrani). 
"Janganlah kamu menikahi wanita karena kecantikannya, mungkin saja kecantikan itu membuatmu hina.
Jangan kamu menikahi wanita karena harta/tahtanya mungkin saja harta/tahtanya membuatmu melampaui batas. Akan tetapi nikahilah wanita karena agamanya. Sebab, seorang budak wanita yang shaleh,
meskipun  buruk wajahnya adalah lebih utama". (HR. Ibnu Majah). 
Nabi SAW. bersabda :
“Janganlah kalian menikahi kerabat dekat, sebab (akibatnya) dapat melahirkan anak yang lemah (baik akal dan
fisiknya) (Al Hadits). 
Dari Jabir r.a., Sesungguhnya Nabi SAW. telah bersabda :
“Sesungguhnya perempuan itu dinikahi orang karena agamanya, kedudukan, hartanya, dan kecantikannya ;
maka pilihlah yang beragama." (HR. Muslim dan Tirmidzi).

Niat dalam Proses Pernikahan :
Masalah niat tak berhenti sampai memilih pendamping. Niat masih terus menyertai berbagai urusan
yang berkenaan dengan terjadinya pernikahan. Mulai dari memberi mahar, menebar undangan walimah, menyelenggarakan walimah. Walimah lebih dari dua hari lebih dekat pada mudharat, sedang walimah hari ketiga  termasuk riya'.
"Berikanlah mahar (mas kawin) kepada wanita (yang kamu nikahi) sebagai pemberian dengan penuh
kerelaan." (Qs. An Nisaa (4) : 4).

Rasulullah SAW bersabda :
"Wanita yang paling agung barakahnya, adalah yang paling ringan maharnya"
 (HR. Ahmad, Al Hakim, Al Baihaqi dengan sanad yang shahih).

Dari Aisyah, bahwasanya Rasulullah SAW. telah bersabda, "Sesungguhnya berkah nikah yang besar ialah yang sederhana belanjanya (maharnya)" (HR. Ahmad). 

Nabi SAW pernah berjanji :
"Jangan mempermahal nilai mahar. Sesungguhnya kalau lelaki itu mulia di dunia dan takwa di sisi Allah,
maka Rasulullah sendiri yang akan menjadi wali pernikahannya." (HR. Ashhabus Sunan).

Dari Anas, dia berkata :
" Abu Thalhah menikahi Ummu Sulaim dengan mahar berupa keIslamannya" (Ditakhrij dari An Nasa'i)..
Subhanallah….

Proses pernikahan mempengaruhi niat. Proses pernikahan yang sederhana dan mudah insya Allah akan mendekatkan kepada bersihnya niat, memudahkan proses pernikahan bisa menjernihkan niat. Sedangkan mempersulit proses pernikahan akan mengkotori niat.
"Adakanlah perayaan sekalipun hanya memotong seekor kambing." (HR. Bukhari  dan Muslim)

Pernikahan haruslah memenuhi kriteria Lillah, Billah, dan Ilallah.
Yang dimaksud Lillah, ialah niat nikah itu harus karena Allah.
Billah, ialah Proses dan caranya harus, sesuai dengan ketentuan dari Allah..
Termasuk didalamnya dalam pemilihan calon, dan proses menuju jenjang pernikahan
(bersih dari pacaran/nafsu atau tidak).
Terakhir Ilallah, tujuannya dalam rangka menggapai keridha'an Allah.

Sehingga dalam penyelenggaraan nikah tidak bermaksiat pada Allah; misalnya :
1. Adanya pemisahan antara tamu lelaki dan wanita,
2. Tidak berlebih-lebihan,
3. Tidak makan sambil berdiri (adab makanan di masyarakat biasanya standing party, ini yang harus di hindari,
    karena tidak dicontohkan oleh Rasulullah SAW yang demikian),
4. Pengantin tidak disandingkan,
5. Adab mendo'akan pengantin dengan do'a :
Barokallahu laka waa baroka 'alaikum wa jama'a baynakuma fii khoir..
(SemogaAllah membarakahi kalian dan melimpahkan barakah kepada kalian),
6. Tidak bersalaman dengan lawan jenis,
7. Tidak berhias secara berlebihan
    ("Dan janganlah bertabarruj (berhias) seperti tabarrujnya jahiliyah yang pertama" -
Qs. Al Ahzab (33),
Meraih Pernikahan Ruhani
Jika seseorang sudah dipenuhi dengan kecintaan dan kerinduan pada Allah, maka ia akan berusaha mencari seseorang yang sama dengannya. Secara psikologis, seseorang akan merasa tenang dan tentram jika berdampingan dengan orang yang "sama dengannya", baik dalam perasaan, pandangan hidup dan lain sebagainya. Karena itu, berbahagialah seseorang yang dapat merasakan cinta Allah dari pasangan hidupnya, yakni orang yang dalam hatinya Allah hadir secara penuh. Mereka saling mencintai bukan atas nama diri mereka, melainkan Atas Nama Allah Dan Untuk Allah.

Betapa indahnya pertemuan dua insan yang saling mencintai dan merindukan Allah.
Pernikahan mereka bukanlah semata-mata pertemuan dua insan yang berlainan jenis,
melainkan "pertemuan dua ruhani" yang sedang meniti perjalanan menuju Allah,
kekasih yang mereka cintai. Itulah yang dimaksud dengan pernikahan ruhani.

“KALO KITA BERKUALITAS DI SISI ALLAH, PASTI YANG AKAN DATANG JUGA SEORANG
(JODOH UNTUK KITA) YANG BERKUALITAS PULA” (Al Izzah 18/Th. 2)

 Penutup :
"Hai, orang-orang beriman! Janganlah kamu mengharamkan apa yang dihalalkan oleh Allah kepada kamu dan jangan kamu melampaui batas, karena Allah tidak suka kepada orang-orang yang melampaui batas."
(Qs. Al Maidaah (5) : 87).

“Karena sesungguhnya setelah kesulitan itu ada kemudahan. Dan sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan” (Qs. Alam Nasyrah (94) : 5- 6 ).

Ibunda dan Ayahanda yang sangat saya hormati, saya sayangi dan saya cintai atas nama Allah..
demikanlah proposal ini (secara fitrah) saya tuliskan. Saya sangat berharap Ibunda dan Ayahanda.. memahami keinginan saya. Atas restu dan doa dari Ibunda serta Ayahanda..saya ucapkan "Jazakumullah Khairan katsiira".

"Ya Allah, jadikanlah aku ridho terhadap apa-apa yang Engkau tetapkan dan jadikan barokah apa-apa yang telah Engkau takdirkan, sehingga tidak ingin aku menyegerakan apa-apa yang engkau tunda dan menunda apa-apa yang Engkau segerakan…
Ya Allah, berilah pahala dalam musibahku kali ini dan gantikan untukku yang lebih baik darinya.. Amiin"

***************
Dedicated to : My inspiration .... yang sempat singgah menghuni "hati" melukis jiwa...Astaghfirullah !!
Saat langkah ada di dunia maya, tak menapak di bumi-Nya..Lalu, kucoba atur gelombang asa…
Robbi kudengar panggilanMu 'ntuk meniti jalan RidhoMu..
Kuharap ada penolong dari hambaMu meneguhkan tapak kakiku di jalan-Mu
dan menemani panjangnya jalan dakwah yang harus aku titi..