by Efvhan Fajrullah on Friday, May 14, 2010 at 3:18am
(komunikasi gagap)
sebuah pesan menggantung di awang-awang:
Wahai, sang elang,
masihkah ruh-Mu menyusuri lanskap langit
yang tak jua mengilhami jerami,
singgah untuk mengerami regenerasi?
untuk apa mengasingkan diri
menina-bobokkan lari hari,
mengebiri bayang senja di padang perburuan semu?
Jawab apa yang menjadi?
--....Elang masih setia susuri lanskap langit,
menggasing di beliung angin dalam sukma sebagai anak-anak --
doa kecil terlantun;
"Semoga terbang-Mu menerucup dalam sukma penghuni syurga.
sebuah pesan menggantung di awang-awang:
Wahai, sang elang,
masihkah ruh-Mu menyusuri lanskap langit
yang tak jua mengilhami jerami,
singgah untuk mengerami regenerasi?
untuk apa mengasingkan diri
menina-bobokkan lari hari,
mengebiri bayang senja di padang perburuan semu?
Jawab apa yang menjadi?
--....Elang masih setia susuri lanskap langit,
menggasing di beliung angin dalam sukma sebagai anak-anak --
doa kecil terlantun;
"Semoga terbang-Mu menerucup dalam sukma penghuni syurga.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar