Senin, 02 Januari 2012

carpe diem* atawa frekuensi tanpa hambatan


In the name of God, Most Gracious, Most Merciful  By (the Token of) Time (through the ages),  Verily Man is in loss, Except such as have Faith, and do righteous deeds,  and (join together) in the mutual teaching of Truth, and of Patience and Constancy. (translation by Abdullah Yusuf Ali)

             
 
... lumer
dalam tipuan
hitungan
pada tiupan
terompet plastik
setengah malam meringam
maka petiklah
3 hari saja
sebab

: kemarin, 
tak mengubah apa pun
yang telah terjadi
tak bisa menarik perkataan
yang telah terucap
tak mungkin lagi
menghapus kesalahan
dan
mengulang kegembiraan
yang dirasakan
biarkan lewat;
ikhlaskan saja...!

: esok,
hingga mentari terbit
tak tahu
apa yang akan terjadi.
tak bisa melakukan apa-apa.
tak mungkin sedih
atau
ceria
itu belum tiba;
biarkan saja..!

: sekarang,
pintu masalalu telah tertutup
gerbang masadepan pun belum tiba
pusatkan saja
kerjakan lebih banyak hal
jika mampu
maafkan kemarin
dan
lepaskan ketakutan
akan esok hari

-- hiduplah hari ini
masa lalu dan masa depan
hanyalah permainan
hati dan pikiran
rumit
dan itu hanya
kepunyaan Allah
hiduplah apa adanya
Qana'ah
karena  yang ada;
hanyalah hari ini...! --



* = Cari sendiri, ya..!

.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar