Jumat, 25 April 2014

// Residivis Qalbu //

: entah
semalam atau malam kapan
aku terlupa
mengatup jendela qalbu..
engselnya menjerit
berderit
meski terbangun,
tersadar..
aku tak mampu menginterupsi
menggagalkan
maling merampok hatiku

dia gondol semau-maunya
semua-muanya..
tanpa sisa

paginya baru aku mengerti
kenapa kubiarkan
sang rampok mencuri hatiku habis-habisan

karena..
ia terlalu indah untuk ditangkap
terlalu baik untuk dijebloskan
ke penjara qalbu..!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar