Rabu, 18 Desember 2013

// aforisma 10 kata //

: hidup hanyalah sebuah kebetulan yang disengaja,
atau..
malah sebaliknya?

-- terserah..! --

meninggalkan hujan di 3 langkah:

"membiarkannya luruh
di sebadai peristiwa
sekedar menelisik harap..
-- meski ‘ngkau terlalu indah -- 


eh,
masih boleh kan, aku mengharap..!?"

-- An Sich..! --

: aku dan hari ini
seperti musuh yang tak bertegur sapa..
sama terdiam
terperangah kelu..

Kamis, 21 November 2013

curanhat = pencurian kendaraan hati

: tidak samadengan curanmor
apalagi curankor..
sungguh

meski tiga malam kemarin
aku mencuri dengar
perbincangan
malam
gunung
dan
purnama

ternyata angin ikutan nguping
lalu menyebarkan kisah itu pada laut

-- tentang kerinduan..
ya, rindu..! --

mereka mengejar aku dan angin
berusaha menjajari
menghalangi
tetapi,
telah kusiapkan segala luka..
agar tanya enggan bersanding

entah dengan angin..
-- kalau aku, telah kecurian hati.. --

-- Rest Level, Not Overhead --

: beri aku jiwa, jangan hati..
sebab
jiwa mengabadi..
sedang hati..?
terlalu rapuh
untuk dititipi rindu

“dengan modal apa aku masuk ke hati, jiwamu..!?
sementara
‘ngkau telah menyelinap,
mengendap di ruang qalbuku
dengan segala modalmu..!
”

ugh..
-- keluh --

9 Muharram

: tadi
senja larung
mengantar matahari yang mengintip
di ujung kanopi awan
meneduhi tepian gunung
menjelang ke peraduan siluetnya

hujan memperindah dingin..
gigir pada sedan cuaca
kelam mempercepat sendu tertikam siluet sunyi

dan
malam berangsur renta..
sementara
sajak yang kutulis baru sebaris

-- apocalypse yet --

: seseorang
mengetuk cermin qalbuku..
 
dia adalah bayangku..!

Jumat, 01 November 2013

-- time quarantine --

: datang senja berhujan
rintik perlahan..
ia menceritakan sisa terik siang tadi
pada proses menyulam harap

dan aku.. terhisap masa
wajah pasi
dikarantina waktu 333 hari berselang
ia membisikkan rahasia
yang telah bukan rahasia

"..tentu saja tak akan pernah sama
dengan hari kapan pun
jam mana pun
menit detik saat apa pun..!
"

// nomenklatur idiom waktu //

: kemarin dan kemarin lusa
senja terik dibantai kemalangan rekah tanah
..dan
fajar takkan menipu lagi
sebab masih menanti hadir sang terindah
sorenya kelak..

malam,
ketika separuh nilai dipertaruhkan
di meja hitungan basa basi
separuhnya
cuma niat..!

tak pernah sama, pasti..
tetapi selalu saja berderap entah
derap gontai
gemeratak
tergesa..
kepastian berulang
dan serupa..
pagi

Minggu, 27 Oktober 2013

pada si penyelinap mimpi tanpa tidur


: senja padam diguyur hujan lewat
gelisah melengkung di wajah mendung
lamun ngelangut
memutar ulang memoar bertalu

seperti siluet daun jatuh
menggiring ingatan
selintas mengedik kejam
pada yang menyelinapi mimpi tanpa tidurku
semalam..

'ngkau
harus "mempertanggungjawabkan" ulahmu itu
dengan hukuman "menetap di hatiku..!"
sebagai tawanan qalbu..


-- awas kalau tidak..! --

Rabu, 23 Oktober 2013

// dak kolu*, campur pilu..! //


: beberapa malam lalu aku dipaksa bermimpi
sungguh..!

di dalam mimpi terpaksa itu aku dipaksa lagi
untuk mengarungi dan menyelusup
diam diam, seperti maling mengintai jemuran

dipressure lagi berkali-kali
memilih salahsatu dari dua opsi
yang dipaksakan untuk kaum pria
------------

tapi maaf,
jika ada 2 jenis laki-laki di dunia..
maka,
tanpa harus dipaksa pun
aku pasti termasuk kelompok pertama
biarlah..
sebagai “laki-laki brengsek..!”
sebab..
kelompok kedua adalah “maho..!”
alias homoseks
aka gay.. terkutuk..!

jiahaha..


*tak tega = istilah bahasa Palembang

Minggu, 20 Oktober 2013

cuma 3, kok..!

: ada yang pernah bilang..
katanya ada tiga jenis atau cara orang
menanggapi -'cintanya'

pertama,
terus berjuang
berusaha menggapai,
meski aral rintangan kerap menghadang

kedua,
memilih untuk melupakan
dan
berjalan menjauh
menghalau tanpa perduli
-- menghapusnya, bila perlu.. --

ketiga,
adalah orang yang berada 'di antara..'
-- wilayah abu abu --
kedua jenis di atas..!
'tidak mendekat, tetapi tak pula melupakan..!'

termasuk yang manakah, anda..!?
terserah..
itu bukan urusan saya..

ha ha..

14 Zulhijjah

: senja temaram
dicecar perca kabut turun
lengking muadzin menderap
awali maghrib kesekian

aku masih menanti purnamalam
malu-malu mengintip
di ufuk timur


cuma sekedar ingin menanyakan
memastikan..
agar ia tak ingkar
menemuiku nanti malam
memandikanku
dengan riap sinarnya


-- janji, yaa..!? --

10 Zulhijjah

: hingga detik ini pun
aku masih meraba
menelisik
mencoba pahami
arti dan makna 

"berqurban..!"

malam takbiran..


: apa yang dilihat mata kepala
selalu berbeda dengan yang dilihat mata hati

hingga..
semakin "merasakan" rasa..
makin hanyutlah di dalamnya
ditipu keentahan
dirayu semu keindahan..