inilah sajakku, sayang…
sajak seseorang yang terpenjara
dan
menyandarkan kehidupannya
pada mata kail kenangan..
namun,
bukankah selalu ada batas,
meski
untuk jiwa
yang paling amarah
sekalipun..?
(rememory – Efvhan Fajrullah)
Senin, 22 Juli 2013
14 Ramadhan 4.14 menit
: sang purnama menatapku sembari menyandari pintu subuh di ufuk barat tepi gunung menegur mengedikkan mata dengan hujan cahayanya ia menanyakan keteledoranku semalam yang tak sempat menyapa selirikpun senyumnya
dan.. aku tak mampu menjawab tatap itu seaksarapun..! sebab memang salahku tergial dibekap bening cuaca sejak sepertiga malam tadi..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar