Jumat, 25 Desember 2015

Kita = Seutas Kenangan

: tak semestinya 
kita menyenandung
lagu sendu
serupa serenade
atau
elegi

tak seharusnya pula
'ngkau menyesali waktu
yang menyembunyikannya

maka..
tak perlu
aku mengunjungi
memoar terlintas

sebab..
‘kita’ cuma seutas kenangan
terkubur damai
di pemakaman sejarah
garis hidupmu
dan
sungai ingatanku..!


cukup 1 bunga


: mungkin benar..
sekerat cinta
dan
sepotong rindu
belum tentu
berada
dalam satu hati..!?
maka
menakiklah
rindu
tanpa dupa seribu bunga..
sebab..
satu saja bunga terindah
cukup buatku
K A M U
ya.. kamu..!

Kamis, 19 November 2015

untuk sekiankali sua..



: aku menemukanmu
di hulu matahati..
setiap persuaan 
tak tepermanai
‘ngkau menyanyikan
tembang gulana
perempuan aurora
pada masa dahulu
kau ikatkan pita putih
pada tiap gelung mayang rambut
tetapi membiarkan
angin nakal mengelus
pada tiap riap helaiannya
di gemulai liuk tarian

ahh..
barangkali itu saja.. 
sebab aku tak pernah mampu
menjelaskan makna tatap
nan menghujam palung mata
untuk sekiankali perjumpaan kita..

dialog diam aku dan senja kemarin


: aku dan senja
kemarin riuh berbincang
disaksikan angin
yang memikul debu berterbangan
di bawah bayang awan
sawah
dan
gunung kelabu
terpaku waktu
pada gering kemarau
terhenti pada awal senja
seketika..
sepertiga siang berubah jingga
membelasahku
berdegup
denyar nyeri ngilu
dihumbalang angin lewat
berdenyut
seperti cabikan jarum binarnya

kami bertujuh masing tertegun
terhenti pada buncah diam
mematut tindak
tanpa kesepakatan..

– Please Don’t Judge..! –



: heii..
chasingku memang amburadul
rambut gondrong tak kenal sisir
tampilan luar
berantakan ampir ancur
memusuhi rokok abis-abisan
gaptek
norak
anti kemapanan
eksentrik
dan kampungan
inilah aku seada-adanya..!
terserah..
kamu boleh menilaiku apa saja..!
tapi..
jangan pernah menjudge asal-asalan
sebelum kau benar-benar kenal
siapa aku..!
Ciaoo..!