: wajah itu
terus mencecar tiba-tiba
seperti bergelayut damai di pelupuk mata
jiwa itu
yang kusapa "hai, cantik..!"
kian menusuk tau-tau
bagai serum anti oksida menjalar pada aorta
diri ini
yang dia sapa "hai ganteng..!?"
makin terpasung seketika
laksana seonggok bara tersiram derai hujan
ahh..
jika saja jejak mampu bercerita..
ia akan ditikam kebisuan dalam beku lidah
sebab
tak mampu mengurai
segala kisah terpatri
-dan itu menyesakkan..!
sungguh
ugh..
-- keluh..--
inilah sajakku, sayang… sajak seseorang yang terpenjara dan menyandarkan kehidupannya pada mata kail kenangan.. namun, bukankah selalu ada batas, meski untuk jiwa yang paling amarah sekalipun..? (rememory – Efvhan Fajrullah)
Minggu, 20 Oktober 2013
-- DO..! --
: mungkin..
Tuhan terkadang tak adil..
manakala manusia bersikeras
mencoba "menipu kematian"
tak pernah mampu dihindari
kematian tetaplah kematian..!
tetapi, sesungguhnya..
justru dari kematianlah
manusia harusnya sadar
dan
melihat..
sifat Adil dari-Nya..!
bukankah yang lama akan digantikan baru.
yang mati digantikan dengan yang lahir.
sebab,
itulah hidup.
membentuk pola Keseimbangan,
di setiap segi kehidupan..!
Tuhan terkadang tak adil..
manakala manusia bersikeras
mencoba "menipu kematian"
tak pernah mampu dihindari
kematian tetaplah kematian..!
tetapi, sesungguhnya..
justru dari kematianlah
manusia harusnya sadar
dan
melihat..
sifat Adil dari-Nya..!
bukankah yang lama akan digantikan baru.
yang mati digantikan dengan yang lahir.
sebab,
itulah hidup.
membentuk pola Keseimbangan,
di setiap segi kehidupan..!
belajar meruang
: salam pada dingin dan kelam
semoga
kita genap di ukuran bayang sendiri
sebab
aku cuma sekedar belajar meruang
di lelap sunyi..
sementara
sepi berbisik pada rerintik
hujan dan kabut
menceritakan damai yang kalut
di ujung malam
-- mereka bertingkah absolut, tanpa pertanyaan "untuk apa" --
semoga
kita genap di ukuran bayang sendiri
sebab
aku cuma sekedar belajar meruang
di lelap sunyi..
sementara
sepi berbisik pada rerintik
hujan dan kabut
menceritakan damai yang kalut
di ujung malam
-- mereka bertingkah absolut, tanpa pertanyaan "untuk apa" --
Selasa, 01 Oktober 2013
// dominus effect //
-- Nice or Nightmare --
mimpi itu cuma "kesementaraan"
entah indah atau buruk, sekalipun
suatu saat dan ketika
'ngkau akan mendapati dirimu mendusin
terbangun
tanpa 'ngkau maui
dan..
mimpi itu tertinggal
sumir dalam ingatan yang tiada..
-- pecah berbayang,
seperti cuplikan
dan
fragmen film-film bisu
hitam-putih.. --
-- Re Silence --
: sebenarnya
kesunyian ada dalam qalbu
menyeruak pelan di dada
dan
membungkus raga
ke mana pun kita pergi..
meskipun kita dapat lari dari kesunyian
tetapi
ke mana kita sebenarnya menuju..!?
ke arah keramaian kah..!?
-- bukankah
keramaian adalah sebentuk kesunyian pula..!?
manakala
tak seorangpun ada
di dekat hati kita..! --
kesunyian ada dalam qalbu
menyeruak pelan di dada
dan
membungkus raga
ke mana pun kita pergi..
meskipun kita dapat lari dari kesunyian
tetapi
ke mana kita sebenarnya menuju..!?
ke arah keramaian kah..!?
-- bukankah
keramaian adalah sebentuk kesunyian pula..!?
manakala
tak seorangpun ada
di dekat hati kita..! --
3 Zulqa'idah
-- TIME TO GO --
: sebab..
akan selalu ada saat
dimana ingkau harus meninggalkan
atau
ditinggalkan
oleh seseorang..
yang 'ngkau sayangi..
akan selalu ada saat
dimana ingkau harus meninggalkan
atau
ditinggalkan
oleh seseorang..
yang 'ngkau sayangi..
Sabtu, 07 September 2013
// Residivis Qalbu //
: entahsemalam atau malam kapan
aku terlupa
mengatup jendela qalbu..
engselnya menjerit
berderit
meski terbangun,
tersadar..
aku tak mampu menginterupsi
menggagalkan
maling merampok hatiku
dia gondol semau-maunya
semua-muanya..
tanpa sisa
paginya baru aku mengerti
kenapa kubiarkan
sang rampok mencuri hatiku habis-habisan
karena..
ia terlalu indah untuk ditangkap
terlalu baik untuk dijebloskan
ke penjara qalbu..!
3 Zulqa'idah
: hehe..
betapa nikmat,
gelap dinikahi dingin dinihari..!
kata
telah tak sempat terlempar,
sebab
kotaku dipeluk mesra kedua mempelai..
ahay..
betapa nikmat,
gelap dinikahi dingin dinihari..!
kata
telah tak sempat terlempar,
sebab
kotaku dipeluk mesra kedua mempelai..
ahay..
-- No Escape from Reality --
: ha ha..what a jinx...!
tiba-tiba pekat menjebak
hujan merinai rintik perlahan
cuma gerung angin
dan kerlip beberapa rasi bintang
di sebayang awan
meski sesungguhnya aku merindu
saat seperti sekarang
"aroma uap tanah terpercik hujan..!"
-- dalam gumam:
"ahh, untunglah cuma mati lampu
takkan pula dapat mematikan hatiku.." --
Jumat, 06 September 2013
// balon balonan //
"balgubku ada 4
rupa-rupa gayanya
koboy
acuh
ramah
angkuh dan ambisius
meletus balon hilang..
duar..!!
hatiku sangat kacau
balgubku masih 4
tak kupilih empat-empat..!"
rupa-rupa gayanya
koboy
acuh
ramah
angkuh dan ambisius
meletus balon hilang..
duar..!!
hatiku sangat kacau
balgubku masih 4
tak kupilih empat-empat..!"
Selasa, 03 September 2013
penjara sukma
: tak usah sombong
tak perlu angkuh, duhai..
cuma tubuh
hanya jasad rentan
sebagai penjara sukma
penuh daki
tinja
dan kotoran
di setiap lekukan
di semua lubang
tak lebih tak kurang..!
tak perlu angkuh, duhai..
cuma tubuh
hanya jasad rentan
sebagai penjara sukma
penuh daki
tinja
dan kotoran
di setiap lekukan
di semua lubang
tak lebih tak kurang..!
Sabtu, 31 Agustus 2013
-- junk words --
kali ini aku pingin curhat mengenai kata kata sampah
yang kini bikinku bosan, muak, muntah
boleh, ya..!?
'ngkau pasti sudah terlalu sering mendengar
membaca ungkapan klise
full retorika sampah seperti ini:
"...akan indah pada saatnya..!"
atau
"tak ada yang tak mungkin..!"
iya, kan..!?
masalahku sekarang
adalah sebuah pertanyaan bodoh, mungkin..
kapan taunya "saat indah" itu..!?
dan
"apa mungkin.. menghindari perubahan..!?"
ha ha..
tak usah dijawab
sebab aku tau..
'ngkau tak pernah punya jawaban untuk pertanyaanku..!
iya, kan..!?
Langganan:
Postingan (Atom)





