Rabu, 21 November 2012

sekedar

: tak ada
yang "kebetulan"
yang direncanakan dan dicipta Tuhan..!
apapun itu.
jika memang ada "kebetulan" Ia ciptakan
yang berarti bukan "kebenaran",
berarti
TUHAN bukanlah Dzat yang Maha ESA.

itu saja.

hujan di matahari

: rinainya uap di semediku
ia melompat loncat
dingin awan amarah bara
berdesis
tertimpa didih kenangan 
ia moksa


.

Reo Vitalis

: hujan hadiri perayaan senja kali ini 
cahayanya berpendar pada gerimis turun 
mencipta sungai buram, pekat, luap meruah kenangan 
dan..
masalalu menunjukkan siapa kita..!?
memaksa untuk "percaya",
terkunci karat 
menjadi boneka memoar permainannya..
dibangun oleh pikiran belaka
ah,
betapa membutakan..! 

sedang di margin paling ujung..
sang hati ingin hidup di masasekarang 
rasain.. 
coba saja lihat di sana 
semoga 'ngkau dapati sungai cahaya.. 
tapi,
cukup terlambat untuk menyadari itu sekarang, kan? 
haha..


.

panggung kurusetra = ...!?

: inikah panggung hari ini?
seusai menikmati rujak khatarsis + mathema
pada elipsis hidup
betapa absurd!? 
esok segera tiba tanpa tunda 
siapkan saja masing kurusetra 
usah peduli kurawa pandawa 
kuda wa atau pan rawa,
siapapun! 
jangan pedulikan pada siapa waktu 'kan berpihak
nasib bertindak
taqdir berlaku 
bebaskan plot menjadi apa cerita
biarkan adegan menjelma babak
tanpa interupsi
hingga spotlight redup
dan.. black out

-- panggung lengang.. tersisa kenangan..! --

salam ♥


personafikasi dialog kontradiktif

angin pada gunung:
"desau yang kau bisikkan, adalah riungku
yang bergema di sepanjang lorong kenangan
menggelitik sumbu batin
berkelindan
meletup-ledak pada tiap jendela terbuka
dimana katakata telah batu,
melepuh di ujung bibir
apa tersisa?"

gunung pada angin:
"bukankah diamku adalah jawab
yang kukalungkan pada sepoi rindumu?
bukannya tlah pula kau sisir granit dan karang hati
berbelaian
dalam cumbu gairah
di sedingin kabut
datang
ketika embun jatuh menjadi hujan
njelma jeram-riam
tak bersisa"

mereka bercakap temu
di suatu ketika
saat tertinggal
sisa waktu

-- Reject --

: setidaknya kita pernah saling..
apapun itu
akan kutertawakan
semua kebodohan
dengan ramah, berkulum senyum
sungguh, deh..
cukup pastikan saja
sudah sangat tidak ada apa-apa

semoga 'ngkau damai dalam khianatmu
bahagia dengan dustamu


Aamiin.

.

Selasa, 20 November 2012

ending terbuka..


: seperti biasa..
Pentas usai
yang tersisa, tertinggal, mendekam-endap
hanya pikiran-pikiran,
nostalgia, sedikit kenangan..
serentetan rasa penasaran,
ketakpuasan
atau bahkan hati yang compang-camping..
maka,

hadapi sajalah..!

.

note kosong

"tolong, simpan maafmu 
sampai terbisu..
aku tau 'ngkau terlalu kepalabatu
untuk sesuatu 
yang 'ngkau kira benar
dalam takar egomu..
jadi,
silakan saja matihatimu dalam hatiku
karena..
kini, 
 bisa saja memaafkan adalah:
memberi sedikit ruang pada rasa benci..
baik 'ngkau atau aku..
dan mungkin,
aku dapat melupakan segala tentangmu..
tetapi..

apa mungkin aku mampu mengusirmu dari qalbuku..!?"

menipunya..

-- seperti yang 'ngkau lakukan pada hatimu..!? --

.

Senin, 19 November 2012

dialog gunung pada angin


"bukankah diamku adalah jawab
yang kukalungkan

pada sepoi rindumu?
bukannya telah pula kau sisir granit

dan karang hati
berbelaian
dalam cumbu gairah

di sedingin kabut
datang
ketika embun jatuh menjadi hujan
njelma jeram-riam
tak bersisa..!?"



.

dialog angin pada gunung


"desau yang kau bisikkan, adalah riungku
yang bergema di sepanjang lorong kenangan
menggelitik sumbu batin
berkelindan
meletup-ledak pada tiap jendela terbuka
dimana katakata telah batu,

melepuh di ujung bibir
apa tersisa?"



.

Semisal Tanah

Photo: -- SEMISAL TANAH --

“Permisalan petunjuk dan ilmu yang Allah mengutusku dengannya adalah bagai ghaits (hujan yang bermanfaat) mengenai tanah jenis pertama.. maka ada tanah yang baik, yang bisa menyerap air sehingga menumbuhkan tumbuh-tumbuhan dan rerumputan yang banyak.

Di antaranya juga ada tanah yang ajadib (tanah yang bisa menampung air, namun tidak bisa menyerap ke dalamnya), maka dengan genangan air tersebut Allah memberi manfaat untuk banyak orang, sehingga manusia dapat mengambil air minum dari tanah ini. Lalu manusia dapat memberi minum untuk hewan ternaknya, dan manusia dapat mengairi tanah pertaniannya. 

Jenis tanah ketiga adalah tanah qi’an (tanah yang tidak bisa menampung dan tidak bisa menyerap air). Inilah permisalan orang yang memahami agama Allah, bermanfaat baginya ajaran yang Allah mengutusku untuk membawanya. 

Dia mengetahui ajaran Allah dan dia mengajarkan kepada orang lain. Dan demikianlah orang yang tidak mengangkat kepalanya terhadap wahyu, dia tidak mau menerima petunjuk yang Allah mengutusku untuk membawanya.” (HR. Bukhari dan Muslim).Permisalan petunjuk dan ilmu yang Allah mengutusku dengannya adalah bagai ghaits (hujan yang bermanfaat) mengenai tanah jenis pertama.. maka ada tanah yang baik, yang bisa menyerap air sehingga menumbuhkan tumbuh-tumbuhan dan rerumputan yang banyak.

Di antaranya juga ada tanah yang ajadib (tanah yang bisa menampung air, namun tidak bisa menyerap ke dalamnya), maka dengan genangan air tersebut Allah memberi manfaat untuk banyak orang, sehingga manusia dapat mengambil air minum dari tanah ini. Lalu manusia dapat memberi minum untuk hewan ternaknya, dan manusia dapat mengairi tanah pertaniannya.

Jenis tanah ketiga adalah tanah qi’an (tanah yang tidak bisa menampung dan tidak bisa menyerap air). Inilah permisalan orang yang memahami agama Allah, bermanfaat baginya ajaran yang Allah mengutusku untuk membawanya.

Dia mengetahui ajaran Allah dan dia mengajarkan kepada orang lain. Dan demikianlah orang yang tidak mengangkat kepalanya terhadap wahyu, dia tidak mau menerima petunjuk yang Allah mengutusku untuk membawanya.” (HR. Bukhari dan Muslim).


deus ex machine..?


: serupa Nuh..
bagaimanapun bahtera itu harus tetap meluncur dari jabal Nur
mendaki gemunung ombak
dan serimba badai
lalu biarkan
nasib menghela dicambuk taqdir ke manasuka..

-- maaf 'tuhan', kali ini 'ngkau tak boleh ikut campur --



.

Krisis Korek Api


: maka,
pahamilah muslihat pikiranmu
logika
retorika tanpa hati
tanpa nurani..
hingga tak harus mencari-cari
apa yang mau dibakar..!



.

Rejective


"sebelum jadi ritual basi tanpa basa..
aku ingatkan kali terakhir, karena 'ngkau tak pernah menanyakan..
bahwa:
kupastikan untuk tak akan bertemu..

dalam situasì dan kondisi apa pun,
lagi..!!
awas, ya..
atau dengan sangat terpaksa..

aku kuras ruang penetasan kalian, hah..?"

(ngedumel: dasar nyamuk tak tau diri..

udah pake lotion anti mereka pun,
masih juga nekad masuk kuping segala..!
huh..)


.

Kamis, 08 November 2012

anagnorisis sepersekian saat


"eh, sebelum masing-masing kita makin dungu bodoh, tolol
dan melanjutkan kebohongan ini..
aku cuma mau mencabut janji

yang pernah dengan sungguh-sungguh kutanam..,
tetapi dengan satu syarat yang sama..
'ngkau juga harus mencabut janji 

yang pernah kau tanam, bagaimana?
aih, aku lupa..

'ngkau tak ingat, kan?
hehe..
'ngkau kecopetan pada musim semi kemarin,
hingga catatan sumpah dan janjimu ntah nyangkut dimana, kan?
haha..
kalau begitu, biarlah..
ntar kutagih di neraka..!"
.