Minggu, 16 Oktober 2011

introducing 2



: asap masih pedihkan mata

dan langit dìmaki
sengit tanpa basabasi



Aku mencarimu
di rerimbun asap
sembari menahan sesak,
sekedar menagih janji
sementara 'ngkau
kerap menyelinap
di kelindan asap
menjitaki dindingnya
tanpa hati

-- berharap pintu terbuka
untuk masuk dan berlalu..? --


telat..


 
 

"sepertinya
akan selalu sia-sia
meski 'ngkau pernah katakan
tak ada yang sia-sia
sebab
meski tak terhitung
dan
teramat indah
tapi tetapsaja
sajak
tak bisa dibelanjakan
apalagi bikin kenyang, kan?"

pasung hasrat


 
 

: ...dan
'ngkau menjelma musim,
duhai..
aku terperangkap dayu jiwa
terpasung hasrat
...pada cermin
qalbu
merindu kekasih
tiada kumampu
menjadi
duh...

introducing

 

: mari berkemas,
sebab
kelak tak bisa berpaling
dari
genggam taqdir
dan
bergulung nasib,
meski
sepantasnya memilih
ruangmana
nasib terbentur...


.

Sabtu, 15 Oktober 2011

razia hati


 
 
 

: semalam
aku inspeksi mendadak
merazia hati seseorang
dan
aku kecele
rupanya
dia tak lagi punya jantung
hahaha...
-- aku ketawa dalam hati --

sialan..!


Jumat, 14 Oktober 2011

kredo bulanmadu

 
 
 

rencananya;
hanya berdua
menikmati suasana hati
dalam gelora asmara
dan lingkar membara
sayangnya,
itu cuma mimpi indah
hingga terlelap tidur
musnah
ketika medusin
di dunia nyata..!

-- bullshit --
ahh..
 

setengah malam


not available
buntu hati
: sementara
ini belum pada saatnya,
ntah nanti,
aku jadi tak perduli


mungkin pula yang berlaku
antara aku dan 'ngkau
hingga nanti
 atau
tidak samasekali
 

-- de Mam ku Re --



: asyik!
akhirnya..
bisa deman lagi
34¤ Celcius
paradoks
dengan gigil dingin dalam tubuh
lamur mata
terendam ingus
tetesnya pelan merambat
terjilat

(asin rasanya. cuih)



.

Kamis, 13 Oktober 2011

Panca Gila




1. Keuangan yang Maha Kuasa
2. Korupsi yang Adil dan Merata
3. Persatuan Mafia Hukum Indonesia
4. Kekuasaan yang dipimpin oleh Kebejatan
    dalam Persekongkolan dan Kepura-pura'an
5. Kenyamanan Sosial bagi seluruh Wakil Rakyat
    dan Pejabat Pemerintah

 

neo-plasma



: catatan bertumpuk
tak sempat lagi terbaca
masing-masing
terasing

aku
jadi limbah harap
'ngkau
menjadi limbah mimpi
kita
dibungkam kedunguan
tak pernah benar-benar mau
menjemput
hingga tersadar
bahwa
tumpukan catatan
telah penuh debu
dan kutubuku..!



--at least --



: jarak
terdekat semakin jauh..
kita
tak lagi bersapa,
tak lagi bertemu,
bercakap dalam damai
lalu silam
terkarut tempias mimpi
yang enggan datang


ringamisme

 
 

: kukutip sajak penyair musi berbunyi;

"jangan tiupkan kebencian.."

sebab telah ringam
gendang kuping
qalbuku
mencium aroma
bacin
jelaga dengki



NeverLand


: tak
seperti peter pan, 
bukan the lost boys,
sekedar entaskan 
sumpek jiwa-garing batìn
agar tak bertikai harap

gratis.
karena, 
itu cuma ada dalam imaji..




.

: Homo Theatericus



"mempelajari hidup dan kehidupan..!"

orang yang bemain teater
manusia yang bermain-main
orang-orang yang berteater
manusia berteater
orang teater

manusia,
--katanya sih --
pada hakikatnya
memainkan peran-peran
menjalani hidup di palagan fana.

anu..!
sebagai itu,
sebagai ini,
menjadi inu...
sebagai...
menjadi...
tanpa pernah manusia sadari
bahwa;
telah memainkan "peran masing-masing..!"
dan boneka taqdir
sang Maha Sutradara.


.

try them


mungkin pernah ada,
siapa sanggup bernyata:

perempuan mana yang sudi
dan berani berteriak
"tunjukkan keperempuananmu..!"
seperti halnya lelaki
jika menantang kelahi
yang akan teriak
"tunjukkan kejantananmu..!?"

satu per-empat malu
setengahnya marah
tiga per-empatnya adalah dusta
jadi,
apa itu "keperempuanan..?"